Halaman

Rabu, 30 Januari 2013

Robot Ini Mirip Manusia Sungguhan


CALIFORNIA - Ilmuwan mengembangkan robot yang mirip dengan manusia sesungguhnya. Dinamakan Rex (Robotic Exoskeletons), robot ini dibuat menggunakan material organ serta anggota tubuh buatan.


Dilansir Telegraph, Selasa (29/1/2013), Rex disebut juga sebagai manusia Satu Juta Dollar, yang terinspirasi dari film manusia bionic di era tahun 70an. Nominal biaya pembuatan robot tersebut ternyata lebih sedikit ketimbang penamaan Satu Juta Dollar.



Ilmuwan menyematkan lengan bionic dan kaki hingga organ tubuh buatan pada Rex. Rex diciptakan untuk pertunjukan C4 bertajuk "How to Build a Bionic Man".



Pertunjukan tersebut melibatkan ahli psikologi sosial Bertolt Meyer, yang kehilangan tangan kirinya sejak kecil. Lalu, ia bertemu ilmuwan untuk mengembangkan anggota tubuh buatan.



Ilmuwan di bidang robot yang berbasis di Inggris, Richard Walker dan Matthew Godden menciptakan Rex menggunakan organ dan anggota tubuh buatan senilai USD1 juta. "Saya pikir kita sekarang berada di titik, di mana kita dapat membangun sebuah tubuh besar dan indah dengan cara tersendiri," tutur Meyer.



Meyer memiliki tangan bionic senilai 30 ribu poundsterling. Ia memiliki ketertarikan personal dalam ledakan inovasi, yang terjadi dalam enam tahun terakhir.



Komponen Rex meliputi lengan dengan kemampuan bergerak 26 derajat. Rex juga dilengkapi dengan kacamata yang mengirim gambar ke microchip di retina serta kemampuan baterai yang mendukung jantung.



Rex juga dilengkapi pergelangan kaki bionic, yang menggunakan motor dan sistem pegas untuk meniru aksi dari otot betis manusia serta tendon Achilles. Salah satu organ yang ilmuwan belum mampu membuat kemiripan ialah otak manusia.



Otak ini diketahui memiliki seratus miliar neuron. Ini adalah struktur paling rumit yang ada di alam semesta. "Teknologi ini memiliki kemampuan luar biasa untuk menyembuhkan, untuk memulihkan dan bahkan untuk memperluas kemampuan manusia," pungkas Professor Hugh Herr. (fmh)

Harga Kayu Naik

Dua pekerja menyelesaikan pembuatan kapal ikan di desa Pabean udik, Indramayu, Jawa barat, Selasa (29/1). 

Sejak dua pekan terakhir harga bahan baku kayu mengalami kenaikan sekitar 40 persen, pengusaha kapal Ikan mengeluhkan mahalnya harga kayu jenis Merbau dari harga Rp. 4,5jt per meter kubik menjadi Rp.6,5jt per meter kubik. (ANTARA/Dedhez Anggara)

Harga Samsung Galaxy Note 8.0 Terungkap!


Liputan6.com, Jakarta : Samsung Galaxy Note 8.0 menjadi salah satu perangkat yang isunya sedang merebak. Harga dari perangkat yang sedang digarap Samsung itu bahkan telah mengemuka.
Beberapa retail online asal Austria telah membocorkan harga untuk Samsung Galaxy Note 8.0.
Dikutip Liputan6.com dari Android Authority, Rabu (30/1/2013), tablet model GT-N5100ZWA dengan kapasitas penyimpanan 16 GB akan dijual dengan harga berkisar 450 Euro hingga 480 Euro. Sedangkan Galaxy Note 8.0 berkapasitas 32 GB yang mengusung model GT-N5100ZWW dibandrol dengan harga 490 Euro sampai dengan 550 Euro.
Kedua model itu disebutkan telah dibenami fitur koneksi 3G. Vendor asal Korea Selatan itu disebutkan sedang menantikan proses perizinan dari Komisi Komunikasi Federal (FCC) untuk versi Wi-Fi dari Galaxy Note 8.0.
Rumor yang beredar seputar Galaxy Note 8.0 sedang banyak muncul dari beraneka sumber. Bocoran foto-fotonya juga mulai beredar. Samsung sendiri kabarnya baru akan memamerkan anggota baru keluarga Galaxy Note di ajang Mobile World Congress (MWC) 2013 yang akan digelar bulan Februari mendatang.
Sampai saat ini Samsung masih belum bergeming dengan berbagai isu seputar perangkat besutannya. Padahal, beberapa toko online sudah dengan terang-terangan mengatakan Galaxy Note 8.0 bisa dibawa tanggal 16 Februari mendatang. (DEN/DEW)

Senin, 28 Januari 2013

Pengembang Properti Wajib Bangun Sumur Resapan


(Vibiznews-Property)-Gubernur DKI Jakarta Jokowi akan mewajibkan para pengembang di Jakarta membuat sumur resapan. Rencana ini mendapat respons dari pengembang properti.
Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo wilayah DKI Jakarta sejak dahulu merupakan daerah resapan air dan tentunya rawan banjir.
"Jakarta itu memang daerah resapan air, dan tentunya sebagai daerah resapan ya tentunya rawan banjir," kata Ketua Umum Apersi Eddy Ganefo, Minggu (27/1/2013).
Ia menuturkan faktanya, sebagai daerah resapan, 90% wilayah resapan air DKI Jakarta sudah berubah menjadi perumahan dan gedung perkantoran.
"Tapi faktanya saat ini 90% daerah resapan tidak lagi jadi daerah resapan tapi berubah jadi perumahan dan perkantoran, ya akibatnya air tidak meresap, saluran air kecil, hujan deras dan ditambah banjir kiriman, banjir lah Jakarta," ungkap Eddy.
Hal ini terjadi karena ketidaktegasan Pemerintah Daerah DKI Jakarta dalam mengeluarkan izin mendirikan bangunan. "Ya ini karena Pemda DKI Jakarta yang tidak tegas dalam menegakkan aturan khususnya dalam mengeluarkan izin bangunan," katanya.
"Bagi kami pengusaha, ya berusaha bagaimana caranya agar izin bisa keluar, kalau Pemdanya tegas ya izin nggak akan keluar, kalau sudah daerah resapan ya sudah tidak boleh ada bangunan apapun disana, tapi kenyataannya sebaliknya," tandas Eddy.
Eddy Ganefo meminta pemerintah pemda DKI Jakarta untuk merelokasi perumahan dan gedung perkantoran yang berdiri di atas daerah resapan air. Hal ini solusi konkret untuk mencegah banjir di Jakarta terulang.
"Kalau hanya bangun sumur resapan dampaknya kurang, harusnya Pemda tegas, kalau saya itu perumahan dan perkantoran yang berdiri di atas daerah resapan air digusur saja, direlokasi," kata Eddy.
Jika daerah tempat berdirinya perumahan dan perkantoran tersebut adalah daerah resapan air maka Pemda harus tegas dan memindahkannya.
"Ya kalau sejak awal itu daerah resapan, harusnya dipindah dong, itu menyalahi aturan, Pemda harus tegas, kalau mau banjir di Jakarta ini teratasi, karena Jakarta itu memang daerah resapan. Daerah Kapuk salah satunya merupakan daerah resapan air," tambah Eddy.
Terkait permintaan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) agar setiap perumahan dan perkantoran wajib membangun sumur resapan pihaknya akan mendukung dan melaksanakannya.
"Kalau perintah bangun sumur resapan, itu bagus, kami dukung, kami sebagai pengembang akan bangun sumur resapan," tandasnya.

Produksi Emas Newmont di Indonesia Anjlok 79%


Liputan6.com, Denver : Newmont Mining Corporation mencatat penurunan produksi emas pada tahun 2012 hingga 79% (year on year) menjadi 33 ribu ounces di tambang Batu Hijau, Nusa Tenggara Barat. Penurunan produksi disebabkan saat ini perseroan tengah mengembangkan fase 6 di tambang tersebut.

Tidak hanya emas, produksi tembaga di tambang yang dikelola anak usahanya yaitu PT Newmont Nusa Tenggara tersebut juga anjlok 45% menjadi 76 juta pound di 2012, dari tahun sebelumnya 137 juta pound.

“Prioritas kami adalah mempercepat proyek pengupasan lapisan di tambang Batu Hijau untuk mempersiapkan pengembangan fase 6," jelas Gary Goldberg, President dan Chief Operating Officer (COO) Newmont Gary Goldberg dalam keterangan resminya, Senin (28/1/2013).

Turunnya produksi tersebut juga telah menekan volume penjualan emas dan tembaga Newmont yang berasal dari Batu Hijau sepanjang 2012. Penjualan emas Newmont anjlok hingga 81% menjadi menjadi 32 ribu ounces dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 145 ribu ounces. Sedangkan penjualan tembaga pada periode yang sama turun 46% menjadi 79 juta pound, dari sebelumnya 145 juta pound.

Menurut Goldberg, kondisi ini akan berlanjut pada tahun ini. Newmont memprediksi produksi emas pada tahun ini di kisaran 20 ribu-30 ribu ounces. Sementara untuk tembaga di kisaran 75 juta-90 juta pound

Kondisi serupa juga dialami perusahaan tambang Amerika Serikat lainnya Freeport McMoRan Commper & Gold Inc yang mencatat realisasi produksi emas dari tambang Grasberg, Papua sepanjang 2012 mencapai 862 ribu ounces. 

Angka ini turun 32% dari tahun sebelumnya 1,272 juta ounce. Hal itu didorong turunnya kadar bijih emas di tambang tersebut.

Tidak hanya emas, produksi tembaga Freeport di Tambang Grasberg juga ikut turun 17,8% menjadi 695 juta pound, dari sebelumnya 846 juta pound.

Begitupun dengan penjualan emas dan tembaga Freeport juga anjlok. Volume penjualan emas turun 27,95% menjadi 915 ribu ounces dan tembaga turun 15,3% ke level 716 juta pound.

Kinerja Freeport di Indonesia cukup tertolong dengan realisasi harga jual rata-rata emas sepanjang 2012 yang naik menjadi US$ 1.664 per ounce, dari tahun sebelumnya US$ 1.583 per pound.

"Namun harga jual rata-rata tembaga turun menjadi US$ 3,58 per pound, dari US$ 3,85 per pound pada 2011," jelas President and CEO Freeport McMoran, Richard C Adkerson seperti dikutip dari laporan tahunan Freeport.

Manajemen Freeport memperkirakan memperkirakan penjualan tembaga dari Indonesia meningkat menjadi 1,1 miliar pound dan 1,2 juta ounce emas pada tahun ini. "Peningkatan penjualan dari Indonesia akan terjadi pada 2013 sebagai dampak dari meningkatnya kadar emas dan kenaikan produksi dari tambang DOZ (Deep Ore Zone)," ungkapnya.

Turunnya produksi emas Freeport dan Newmont juga telah membuat realisasi produksi emas nasional sepanjang 2012 turun 15,4% menjadi 66 ton, dari 78 ton pada 2011.

"Produsen utama seperti Freeport itu menghadapi mogok kerja lebih dari dua bulan. Selain itu, kadar konsentrat emas di Freeport juga turun," ungkap Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral, Ditjen Minerba, Kementerian ESDM, Dede Ida Suhendra saat berbincang dengan Liputan6.com beberapa waktu lalu.

Tidak hanya Freeport, penurunan produksi emas di tambang Batu Hijau milik PT Newmont Nusa Tenggara diakibatkan oleh pengolahan cadangan bijih dengan kadah yang lebih rendah. "Produksi mereka juga turun karena mereka sedang menuntaskan pengembangan eksploitasi ke fase 6 dan fase 7," jelas dia. (Ndw)

Google Diam-diam Kembangkan Jam Tangan Pintar


KOMPAS.com — Google dikabarkan terus mencari kemungkinan untuk membuat produk jam tangan pintar (smartwatch). Kabar tersebut diembuskan oleh situs Business Insider setelah berbicara dengan orang dalam Google yang tentunya tidak mau disebutkan namanya.

Secara spesifik, Google diberitakan baru dalam tahap sedang mencari beberapa kemungkinan cara untuk memasarkan produk jam tangan pintar ini.

Pada Oktober 2012, Google telah mendaftarkan hak paten untuk perangkat smartwatch ini. Dalamfile pendaftaran itu, produk tersebut terlihat mampu memberikan panduan arah, informasi produk, dan menampilkan notifikasi e-mail.

Namun, Google dikatakan belum tentu akan meluncurkan perangkat seperti yang telah didaftarkan tersebut. Belum ada informasi akan seperti apa produk milik mereka, bagaimana bentuknya, dan apakah akan berjalan di sistem operasi Android atau tidak.

Saat ini, Google ternyata lebih "dipusingkan" dengan bagaimana cara mempromosikan produk tersebut, sebelum memikirkan detail teknis dari produk jam tangan pintar ini.

Berbeda dari Google, pesaing terbesar mereka, Apple, dikabarkan sudah lebih mantap dalam meluncurkan produk jam tangan pintar. Perusahaan yang berpusat di Cupertino tersebut sudah bekerja sama dengan Intel untuk meluncurkan jam tangan pintar berukuran 1,5 inci dan dilengkapi dengan sistem operasi iOS.

Smartwatch merupakan jam tangan yang memiliki koneksi Bluetooth di dalamnya, mengizinkan perangkat ini untuk terhubung ke smartphone masa kini. Saat terhubung, para pengguna bisa melakukan panggilan suara, membaca pesan teks, hingga membaca e-mail langsung melalui jam tangan pintar ini.

Jumat, 25 Januari 2013

Waralaba Asing Siap Serbu Indonesia


Liputan6.com, Jakarta : Asosiasi Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) menyatakan sejumlah perusahaan asing siap menjajaki pasar waralaba Tanah Air. Namun rencana ini masih terhambat masalah perizinan.
Menurut Ketua Dewan Pengarah WALI, Amir Karamoy, perusahaan asing tersebut berskala besar dan terdaftar di bursa saham di negaranya masing-masing.
"Calon investor waralaba itu berasal dari Korea, Jepang, Kanada, Australia dan Amerika Serikat dengan berbagai sektor, seperti retail, apotek, fast food atau makanan cepat saji dan sumber daya manusia (sekolah internasional-red)," ungkapnya saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Jumat (24/1/2013).
Meski tidak menyebut jumlah dan identitas perusahaan itu, namun dia mengaku, ketertarikan asing untuk masuk ke pasar waralaba dilandasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mampu bertahan di atas 6%.
"Ekonomi kita bertumbuh luar biasa dibanding negara-negara Eropa, dan Amerika Serikat. Kalangan menengah di Indonesia juga punya daya beli cukup kuat," katanya.
Sayangnya, Amir mengeluhkan niat perusahaan asing itu harus terkendala regulasi yang memberlakukan aturan porsi penyediaan produk dalam dan negeri pada toko modern masing-masing 80% dan 20%.
"Rencana kenaikan upah minimum provinsi bukanlah masalah utama, melainkan soal aturan ketersediaan produk 80% harus dari domestk dan sisanya luar negeri. Ini yang jadi pertanyaan calon investor," terang dia.
Dengan aturan ini, lanjut dia, pihak asing khawatir bila produk yang dijual pada tokonya tidak diproduksi di Indonesia. Sementara pasokan produk harus terus penuhi dengan tetap menjaga kualitas.
"Kalaupun produk yang dijual ada di sini, mereka juga takut bila kualitas tidak sesuai dengan harapan. Padahal soal kualitas tidak ada tawar menawar," tegas Amir.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, AWI telah bicara kepada Dirjen Perdagangan Dalam Negeri sejak akhir tahun lalu dan meminta agar pemerintah segera menggelar komunikasi dengan para calon investor, selain membentuk tim penilai.
"Seharusnya diberikan kemudahan, jangan dibatasi. Kalau tidak ada yang jual produk, suruh buka pabrik di sini. Soal modal investasi sangat mudah buat mereka karena omzet saja bisa Rp 2 miliar per hari," pungkasnya.
Amir menargetkan pemerintah sudah bisa melakukan diskusi dengan investor waralaba itu pada pekan depan, supaya saling mengerti permintaan masing-masing. 

"Jangan lama-lama lah, kalau bisa Senin, minggu depan dapat ditemukan kesepakatan. Agar investor asing juga langsung teken perjanjian dan bergerak buka outlet di sini," harap Amir. (Fik/Ndw)